Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Selasa, 26 Maret 2013

Penyebab sakit maag pada anak

Berikut adalah gejala maag pada anak, silahkan disimak

Penyebab Maag pada Anak
Menurut pakar kesehatan, sakit maag yang dalam istilah kedokteran disebut gastritis juga dapat menyerang anak. Peradangan yang terjadi pada mukosa lambung pada anak ini bisa disebabkan oleh beberapa hal. Seperti infeksi helicobacter pylori yang masuk melalui makanan, stres pasca operasi, trauma efek samping obat (seperti obat-obatan leukemia, kawasaki dan sebagainya), trauma sonde (alat selang yang dimasukkan ke kerongkongan untuk menransfer makanan ke lambung), efek radioterapi, dan efek samping penyakit pencernaan (misal, diare).

Penyakit maag pada anak biasanya karena kuman Helicobacter pylori. Biasanya bakteri ini menular lewat makanan dan minuman. Kuman tersebut sudah masuk ke dalam tubuh sang anak seringkali tidak timbul gejala sama sekali. “Tergantung daya tahan tubuh anak itu sendiri,” katanya.

Gejala sakit maag pada anak hampir sama dengan sakit maag umumnya. Misalnya sakit sekitar ulu hati, kembung. Hanya anak yang sudah di atas lima tahun yang bisa mengutarakan rasa sakitnya. “Biasanya kalau anak yang di bawah lima tahun, yang dirasakan atau gejalanya, perutnya kembung, BAB tidak lancar, makan berkurang, sering kentut,”

Kalau memang si kecil terjangkit bakteri tersebut, lanjutnya, akan ada gejala kliniknya, seperti sakit perut. Biasanya sakit perut tersebut terdapat pada ulu hati. Kadang disertai dengan muntah. Sakit perut itu tidak timbul mendadak, tapi berulang-ulang atau sakit perut kronik yang sudah berlangsung selama tiga bulan atau lebih. Bahkan pada malam hari pun si anak sering terbangun karena merasa sakit perut.

Karena kuman sakit maag ini dapat diobati, katanya, jika terjadi infeksi, biasanya dokter memberikan antibiotika dan obat yang harus diminum dua kali sehari, selama 1-2 minggu. Setelah pemberian obat selama kurun waktu tersebut, baru satu bulan kemudian anak tersebut harus dikontrol kembali oleh dokter.
Setelah diobati, bukan berarti maag si kecil tidak bisa kambuh. Tentunya semua ini ada pantangannya. “Misalnya makanan, si anak tidak boleh makan pedas, asam, banyak makan sayur dan buah. Mie instan jangan terlalu banyak, karena tidak bagus bagi anak-anak. Camilan yang banyak mengandung tepung pun harus dikurangi,”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar