Penyebab Maag pada Anak
Menurut
pakar kesehatan, sakit maag yang dalam istilah kedokteran disebut
gastritis juga dapat menyerang anak. Peradangan yang terjadi pada mukosa
lambung pada anak ini bisa disebabkan oleh beberapa hal. Seperti
infeksi helicobacter pylori yang masuk melalui makanan, stres pasca
operasi, trauma efek samping obat (seperti obat-obatan leukemia,
kawasaki dan sebagainya), trauma sonde (alat selang yang dimasukkan ke
kerongkongan untuk menransfer makanan ke lambung), efek radioterapi, dan
efek samping penyakit pencernaan (misal, diare).
Penyakit maag pada anak biasanya karena kuman Helicobacter pylori.
Biasanya bakteri ini menular lewat makanan dan minuman. Kuman tersebut
sudah masuk ke dalam tubuh sang anak seringkali tidak timbul gejala sama
sekali. “Tergantung daya tahan tubuh anak itu sendiri,” katanya.
Gejala sakit maag pada anak hampir sama dengan sakit maag umumnya. Misalnya sakit sekitar ulu hati, kembung. Hanya anak yang sudah di atas lima tahun yang bisa mengutarakan rasa sakitnya. “Biasanya kalau anak yang di bawah lima tahun, yang dirasakan atau gejalanya, perutnya kembung, BAB tidak lancar, makan berkurang, sering kentut,”
Kalau
memang si kecil terjangkit bakteri tersebut, lanjutnya, akan ada gejala
kliniknya, seperti sakit perut. Biasanya sakit perut tersebut terdapat
pada ulu hati. Kadang disertai dengan muntah. Sakit perut itu tidak
timbul mendadak, tapi berulang-ulang atau sakit perut kronik yang sudah
berlangsung selama tiga bulan atau lebih. Bahkan pada malam hari pun si
anak sering terbangun karena merasa sakit perut.
Karena
kuman sakit maag ini dapat diobati, katanya, jika terjadi infeksi,
biasanya dokter memberikan antibiotika dan obat yang harus diminum dua
kali sehari, selama 1-2 minggu. Setelah pemberian obat selama kurun
waktu tersebut, baru satu bulan kemudian anak tersebut harus dikontrol
kembali oleh dokter.
Setelah
diobati, bukan berarti maag si kecil tidak bisa kambuh. Tentunya semua
ini ada pantangannya. “Misalnya makanan, si anak tidak boleh makan
pedas, asam, banyak makan sayur dan buah. Mie instan jangan terlalu
banyak, karena tidak bagus bagi anak-anak. Camilan yang banyak
mengandung tepung pun harus dikurangi,”



Tidak ada komentar:
Posting Komentar